Tuesday, September 11, 2018

Inlislite v3 - Installation | Mukti911


A. Pendahuluan

Nah kali ini aku akan menjelaskan sesuatu yang bisa digunakan untuk diperpustakaan. Ini digunakan untuk membuat otomasi perpustakaan. Sesuatu itu berupa aplikasi, aplikasi ini namanya Inlislite v3, aplikasi ini dibuat oleh Perpustakaan Nasional.

B. Latar Belakang
Karena beberapa perpustakaan di indonesia masih mengunakan cara manual untuk menjalankan perpustakaannya.

C. Maksud & Tujuan
Agar nantinya kedepannya diharapkan perpustakaan di seluruh indonesia dapat dijalankan secara otomatis.

E. Pembahasan
Perhatian!!
Ini adalah paket instalasi baru yang sudah termasuk pembaruan hingga 10 Agustus 2018. Jangan gunakan paket ini untuk mengupdate inlislite versi 3 & 3.1 sebelumnya. Bagi Anda yang ingin mengupdate inlislite versi 3 & 3.1 yang telah terinstal sebelumnya, silahkan kunjungi halaman Patch & Updater.

Inlislite memiliki beberapa versi yang dapat diinstall yaitu versi Portable dan OpenSource. Nah kali ini aku akan menjelaskan bagaimana cara untuk melakukan installasi Inlislite v3 di Linux. Nah karena di linux maka yang harus digunakan adalah inlislite versi OpenSource.

Download dulu file nya di Website resminya. Download Disini
Kemudian hal yang perlu disiapkan saat sebulum installasi pastikan kalian sudah memiliki web server untuk jelasnya nanti bisa langsung akses di artikel saya sebelumnya.

G. Langka Kerja
#dibuat untuk project inlislite_v3 perpustakaan nasional
#jika ada pertanyaan silahkan hubungi rico.ulul@gmail.com
requirement untuk instalasi di linux adalah

  • Apache >= 2.4
  • Php >= 5.6
  • Mysql >= 5.6

Copy/move Project Folder ke directory apache
copy file project inlislite ke /var/www/html/
jalankan perintah
CHMOD -R 755 /var/www/html/inlislite3
Setting Database

#ubah setting database di folder /inlislite3/common/config/main-local.php
 'username' => 'password username anda',
 'password' => 'password anda',
#untuk port dan database bisa di setting di
'dsn' => 'mysql:host=127.0.0.1;port=3306;dbname=inlislite_v3',
#port di ganti dengan port database anda
#dbname di ganti dengan namadatabase anda
install rar extension di ubuntu/linux mint
#jalankan perintah di bawah ini atau bisa juga menjalankan bash script install_rar.sh
sudo su
apt-get install phpize5
apt-get install -y php5-dev
apt-get install g++
apt-get install build-essential
cd /tmp
wget http://pecl.php.net/get/rar-3.0.2.tgz
gunzip rar-3.0.2.tgz
tar -xvf rar-3.0.2.tar
cd rar-3.0.2
phpize
./configure && make && make install
sed -i 's/; extension=msql.so/extension=\/usr\/lib\/php5\/20121212\/rar.so/g'
/etc/php5/apache2/php.ini
#untuk menjalankan script install_rar.sh jalankan perintah berikut
sudo sh install_rar.sh
Konfigurasi php ini
-ubah upload maxfilesize
-ubah post maxfilesize
#mengubah post size dan maximum upload file menjadi 200 MB.
sed -i 's/upload_max_filesize = 2M/upload_max_filesize = 200M/g' /etc/php5/apache2/php.ini
sed -i 's/post_max_size = 200M/post_max_size = 200M/g' /etc/php5/apache2/php.ini
#anda bisa mengubah konfigurasi manual php.ini di file /etc/php5/apache2/php.ini

H. Hasil yang didapat

  • Dapat melakukan instalasi terhadap inlislite v3

I. Kesimpulan
Jadi inlislite dalaha aplikasi yang dikembangkan perpustakaan nasional indonesia yang digunakan untuk otomasi perpustakaan.

J. Referensi

  • http://inlislite.perpusnas.go.id

Arsipus DailyLife | Day2 | Mukti911

A. Pendahuluan
Nah kali ini aku akan membagikan kegiatan ku seharian ini. Pada Rabu, 12 September 2018 ini aku ada kegiatan di kantor arsipus kab. Klaten. Nah ini hari kedua ku disana.

B. Latar Belakang
Melakukan Pelatihan tentang SLiMS pada Pustakawan yang ada di Arsipus Kab. Klaten.

C. Maksud & TujuanMemberikan Pelatihan tentang SLiMS, dimana agar pustakawan di Arsipus Kab. Klaten dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi SLiMS.

D. Waktu Pelaksanaan
  • 08:00 - 03:00
E. Pembahasan
Nah pada kali ini saya masih di Arsipus dengan agenda sama seperti dua hari sebelumnya. Nah pada hari ini aku dan Choirul datang ke Arsipus tidak bersama pak nungki tapi kami langsung kesana. Setelah kami izin dan laporan kegiatan kami selama hari kemari diarsipus kab klaten.

Hari ini pun masih sama karena kami belum melakukan pelatihan kami disuruh untuk menambahkan data buku eksemplar baru di SLiMS. Nah sama seperti angenda sebelumnya yaitu memebrikan pelatihan SLiMS ke Orang Arsipus Kab. Klaten kami menyiapkan lagi lebih matang.

Nah setelah itu pak samino juga memebrikan peintah ke kami untuk melakukan percobaaan pada server untuk perpuskaaan yang baru yaitu Inlislite v3. Inlislite v3 ini adalah aplikasi berbasis web yang dikembangkan oleh Perpusnas guna untuk memanagemen Pepustakaan. Nah Inlilite v3 ini adalah aplikasiyang dibangun berdasarkan Framework PHP yaitu Yii Framework. Nah untuk peryaratan yang dibtuhkan dari Inlislite ini adalah server yang mengunakan Versi PHP yait 5.6 dengan Mysql database yaitu Maria Db 10 atau lebih.

Setelah itu kami mencoba mencari beberapa referensi untuk pengunaan Inlislite dan bagaimana cara instalasinya. Dan akhirnya kami bisa melakukan instalasi dan konfigurasi dasar untuk Inlislite.
 

F. Hasil yang didapat
  • Dapat mengetahui bagaimana cara orang orang kerja di Arsipus dan Bagaimana untuk menyiapkan Presentasi aga terlihat lebih baik. Dan dapat meraskan langsung bagaimana meng input data eksemplar baru ke database SLiMS. 

G. Kesimpulan
  • Jadi dalam hal ini Kami sudah menyiapkan beberapa persiapan yang saya rasa cukup untuk digunakan untuk melakukan presentasi di Arsipus Kab. Klaten.
H. Referensi
  • -

Inlislite v3 - CMS untuk Perpustakaan | #Perpusnas | Mukti911


A. Pendahuluan
Nah kali ini aku akan menjelaskan sesuatu yang bisa digunakan untuk diperpustakaan. Ini digunakan untuk membuat otomasi perpustakaan. Sesuatu itu berupa aplikasi, aplikasi ini namanya Inlislite v3, aplikasi ini dibuat oleh Perpustakaan Nasional.

B. Latar Belakang
Karena beberapa perpustakaan di indonesia masih mengunakan cara manual untuk menjalankan perpustakaannya.

C. Maksud & Tujuan
Agar nantinya kedepannya diharapkan perpustakaan di seluruh indonesia dapat dijalankan secara otomatis.

E. Pembahasan

TENTANG INLISLITE VERSI 3
INLISLite versi 3 merupakan pengembangan lanjutan dari perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan INLISLite versi 2.1.2 yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpustakaan Nasional RI) sejak tahun 2011.

INLISLite versi 3 dikembangkan sebagai perangkat lunak satu pintu bagi pengelola perpustakaan untuk menerapkan otomasi perpustakaan sekaligus mengembangkan perpustakaan digital / mengelola dan melayankan koleksi digital.

INLIS Lite dibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional RI dalam rangka menghimpun koleksi nasional dalam jejaring Perpustakaan Digital Nasional Indonesia, disamping membantu upaya pengembangan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di seluruh Indonesia yang didasarkan pada :

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan;
  • Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan;
  • Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Rekam

Karakteristik INLISLite Versi 3.0
  • Mengikuti standar metadata MARC (MAchine Readable Cataloguing) dalam pembentukan katalog digitalnya.
  • Berbasis web (webbased application software), di mana dalam pengoperasiannya menggunakan aplikasi browser internet yang umum digunakan untuk menjelajahi informasi di internet.
  • Instalasi perangkat lunak INLIS Lite cukup dilakukan pada satu komputer yang difungsikan sebagai pangkalan data (server). Pengoperasian aplikasi cukup dilakukan melalui komputer kerja (workstation) dengan cara mengkoneksikannya melalui perangkat jaringan komputer, baik secara lokal (local area network), antar wilayah (wide area network), maupun Internet.
  • Dapat dioperasikan secara bersamaan dalam satu waktu secara simultan (multi user ready)
  • Bebas pakai / gratis (freeware dan opensource).
Pilihan Platform InlisLite Versi 3
  • INLISLite versi 3 dibangun dalam dua pilihan platform bahasa pemrograman yaitu:
  • DotNet Framework, yang dapat diinstalasi pada komputer bersistem operasi Windows
  • PHP (opensource), yang dapat diinstalasi pada komputer bersistem operasi Windows dan Linux
Ketentuan Penggunaan dan Distribusi INLIS Lite Versi 3
  • Seluruh perpustakaan lembaga maupun perorangan yang membutuhkan dipersilahkan untuk menyalin, menginstalasi, dan memanfaatkan perangkat lunak aplikasi INLIS Lite versi 3.
  • Seluruh perpustakaan lembaga maupun perorangan yang membutuhkan dipersilahkan untuk menyalin dan menginstalasi komponen perbaikan program (patch) dan komponen pemutakhir program (update) apabila tersedia.
  • Dilarang memperjualbelikan paket instalasi, komponen perbaikan (patch), maupun komponen pemutakhir (update) program aplikasi INLIS Lite versi 3.
  • Dukungan teknis (technical support) akan diberikan oleh Perpustakaan Nasional RI kepada pengguna perangkat lunak INLISLite versi 3 selama mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Informasi terkait syarat dan ketentuan dukungan teknis INLIS Lite versi 3 dapat dilihat pada laman Dukungan Teknis
  • Bimbingan teknis akan diberikan oleh Perpustakaan Nasional RI selama mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Informasi terkait syarat dan ketentuan bimbingan teknis INLIS Lite versi 3 dapat dilihat pada laman Bimbingan Teknis
  • Perpustakaan Nasional RI merekomendasikan kepada Perpustakaan Umum Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota sebagai pembina perpustakaan di wilayahnya untuk berperan aktif membantu memberikan dukungan teknis dan membiayai kegiatan pelatihan / bimbingan teknis penggunaan program aplikasi INLISLite versi 3
Ketentuan Modifikasi INLIS Lite Versi 3 PHP (Opensource)
  • Semua pihak dengan tujuan yang baik dipersilahkan untuk berkontribusi dengan cara memodifikasi beberapa tampilan dan/atau beberapa fungsi program di dalam perangkat lunak aplikasi INLIS Lite Versi 3 PHP (Opensource) dengan memperhatikan semua poin-poin yang ada di dalam ketentuan ini
  • Tidak diperkenankan menghapus logo dan tulisan INLISLite di modul dan/atau laman manapun.
  • Tidak diperkenankan mengubah dan/atau menghapus kalimat yang berisi Hak Cipta © Perpustakaan Nasional RI
  • Tidak diperkenankan mengubah standar metadata MARC yang menjadi ciri utama dari pembentukan katalog digital dalam perangkat lunak program aplikasi INLISLite versi 3
  • Perpustakan Nasional Republik Indonesia dan komunitas pengguna INLISLite di seluruh Indonesia berhak mengetahui kegiatan modifikasi program aplikasi INLISLite versi 3 PHP
  • Semua pihak yang melakukan modifikasi program aplikasi INLISLite bersedia membagi source code hasil kegiatan tersebut secara penuh kepada Perpustakaan Nasional RI dan menjadi bagian dari pengembangan INLISLite oleh Perpustakan Nasional Republik Indonesia dan komunitas pengguna INLISLite di seluruh Indonesia
  • Tidak diperkenankan memperjualbelikan source code / program aplikasi INLISLite dan hasil modifikasinya
H. Hasil yang didapat

  • Dapat mengerti tentang inlislite.

I. Kesimpulan
Jadi inlislite dalaha aplikasi yang dikembangkan perpustakaan nasional indonesia yang digunakan untuk otomasi perpustakaan.

J. Referensi

  • http://inlislite.perpusnas.go.id

Sunday, September 9, 2018

Arsipus DailyLife | Day1 | Mukti911



A. Pendahuluan
Nah kali ini aku akan membagikan kegiatan ku seharian ini. Pada Senin, 10 September 2018 ini aku ada kegiatan di kantor arsipus kab. Klaten.
 
B. Latar Belakang
Melakukan Pelatihan tentang SLiMS pada Pustakawan yang ada di Arsipus Kab. Klaten.

C. Maksud & Tujuan
Memberikan Pelatihan tentang SLiMS, dimana agar pustakawan di Arsipus Kab. Klaten dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi SLiMS.

D. Waktu Pelaksanaan
  •  08:00 - 03:00
E. Pembahasan
Nah pada awalnya kan kami sebelum memberikan pelatihan di Arsipus Kab. Klaten kami disuruh membuat sebuah bahan untuk melakukan Presentasi. Nah sebelum itu kami sudah diberitahu oleh Mbah Suro Dhemit untuk membuat Slide mengenai 3 elemen yang ada dalam Arsipus yang terintregrasi oleh SLiMS.

Nah elemen elemen itu adalah Admin, Pustakawan, dan Member. dimana masing masing memiliki peranya masing masing. Admin, sebagai orang yang melakukan instalasi, konfigurasi dan pengamanan SLiMS. Pustakawan, pustakawan dibagi menjadi dua yaitu Pustakawan Input dan Pustakawan Sirkulasi. Dua jenis pustakawan ini menangani beda hal dimana Pustakawan Input melakukan input data sesuai data yang ada di arsipus itu sendiri. Sedangkan Sirkulasi dia adalah pustakawan yang melakukan pemanagemenan pinjam meminjam buku.

Member adalah orang yang melakukan kegiatan mengunakan perpustakaan. Dihari hari sebelumnya kami sudah memaksimalkan untuk membuat sebuah Slide prsentasi. Nah datang lah hari ini, hari ini kami datang ke Arsipus Kab. Klaten. Et.... Kami, Nah jadi gini kami maksudnya itu adalah Saya yaitu Firmansyah Mukti Wijaya dan Temanku Choirul Septyono dari SMK Negeri 1 Kediri.

Nah disitu kami berharap untuk langsung atau bagaimana. Nah ternyata kami sama Pak Nungki disuruh untuk mengikuti perintah dar Pak Samino. Nah pak Samino ini adalah SysAdmin dari Arsipus Kab. Klaten. Setelah itu kami bertanya tanya ke pak Samino, dan ternyata untuk belatihanya tidak bisa dilakukan hari ini. Nah maka dari itu pak Samino menyuruh kami untuk ikut membantu memasukkan data eksemplar ke database SLiMS.

H. Hasil yang didapat
  • Dapat mengetahui bagaimana cara orang orang kerja di Arsipus dan Bagaimana untuk menyiapkan Presentasi aga terlihat lebih baik. Dan dapat meraskan langsung bagaimana meng input data eksemplar baru ke database SLiMS.
I. Kesimpulan
Jadi dalam hal ini Kami sudah menyiapkan beberapa persiapan yang saya rasa cukup untuk digunakan untuk melakukan presentasi di Arsipus Kab. Klaten.

J. Referensi
  • -

Saturday, September 8, 2018

Debian - SSH - Part1 | Mukti911





A. Pendahuluan
Oke kali ini aku akan membahas tutas mengenai debian server dimulai dari materi yang sudah sering dibahas blog blog lain sampai yang belum dibahas. Nah pada kesempatan kali ini aku menulis artikel mengenai SSH.

B. Latar Belakang
Agar tau bagaimana cara pengunaan SSH di Server Debian.

C. Maksud & Tujuan
Agar mampu melakukan instalasi dan pengunaan SSH di Server Debian.

D. Waktu Pelaksanaan
  • 30 Menit
E. Pembahasan
Sebelum lanjut kemana mana alangkah baiknya kita bahas dulu, seperti artikel aku sebelumnya. SSH, adalah singkatan dari Secur Shell dan merupakan protokol untuk melakukan login remote  yang aman dan layanan jaringan aman lainnya melalui jaringan ynag tidak aman.

Jika ingin tau lebih jelas mengenai SSH kalian bisa lihat di artikel aku sebelumnya. beberapa Secue Shell untuk yang lebih umum, lsh-client atau dropbear untuk implementasi perangkat lunak SSH dari mana OpenSSH adalah yang paling pupoler.

SSH mengantikan telnet,rlogin dan rsh yang tidak terenkrippsi dan menambahkan banyak fitur. dalam hali ini aku akan menjelasakan pengunaan perintah dari Open SSH.

remote_host = komputer jarak jauh
remote_user = nama pengguna di remote_host

jadi sebelum melakukan apapun pertama tetapkan veriabel diatas.

dalam pengunaannya sebelum mengunakan yang pasti kalian haru melakukan yang disebut instalasi. untuk inistalasi OpenSSH seperti berikut :
  • Client
dalam instalasinya OpenSSH, bisa diinstall secara default. lalu cukup jalankan perintah ini sebagai root untuk melakukan instalasinya.
apt-get install openssh-client
  • Server
Server memungkinkan untuk terhubung dari jaraj jauh dan terinstall dengan menjalankan sebagai root untuk instalasinya.
apt-get install openssh-server
Berikut ini jika ingin melakukan konfigurasi SSH yaitu dengan melakukan perubahan pada etc/ssh :
  • ssh_config : file konfigurasi dari Client
  • sshd_config : file konfigurasi dari Server
kemudian untuk mengetahui tempat private/public key dari SSH dengan cara akses file berikut :
  • ssh_host_dsa_key
  • ssh_host_dsa_key.pub
  • ssh_host_rsa_key
  • ssh_host_rsa_key.pub 
Oke kita langsung ke konfigurasinya ikuti dengan langkah berikut ini :

  • Pertama, buka server debian dan masuk sebagai "root".
  •  install paket sshnya dengan perintah "apt-get install openssh-server", kemudian tekan "enter".
  • konfigurasi ssh  "/etc/ssh/sshd_config" lalu konfigurasi seperti dibawah ini yang, konfigurasi port dan ip address server.
  • pada line authentication pada berisan, pertama tersebut membatasi login ssh server, kedua menolak hak akses root login pada server kita, ketiga membatasi session pada saat masuk ke server dengan aplikasi seperti putty.
  •  restart konfigurasinya  dengan perintah "/etc/init.d/ssh restart", lalu tekan "enter".
  • pengujian pada sisi client dengan aplikasi putty jika belum punya install dulu aplikasinya.
  • pada host name isikan ip address server debian dan pada port isikan sesuai port yang sudah setting tadi. jika udah lalu tekan "open".
  • selanjutnya nanti akan muncul pesan Putty Security Alert yang disimpulan tersebut sertifikat ssh pada server debian dan kemudian tekan "yes" aja.
  • login as : isikan user server debian dan password : isikan sesuai password user server debian. Jika udah tekan "enter".


F. Hasil yang didapat

  • Dapat melakukan instalasi SSH di Debian

G. Kesimpulan
Instalasi basic SSH hanya perlu melakukan pembukaan Port dan Inisialiasai IP address.

H. Referensi

  • www.debian.org

Friday, September 7, 2018

SSH ? What is SSH ? | Mukti911


A. Pendahuluan
Sebelum mepelajari ini dan itu dan lain sebagainya kiranya kita tahu apa yang akan dikerjakan. Nah kali ini aku kan membuat artikel tentang SSH. Nah mungkin dari kalian yang sudah melihat blog blog saya sebelumya sudah pahamlah.

B. Latar Belakang
Karena dasar pengertian dan pemahaman sebelum memulai melakukan ataupun mengkonfigurasi apapun.

C. Maksud & Tujuan
Diharapkan dapat menjadi pemahaman bagi para pengguna dan penyedia layanan SSH.

D. Pembahasan
Nah SSH, apasih itu SSH ? Secure Shell (SSH) adalah protokol jaringan kriptografi untuk mengoperasikan layanan jaringan secara aman melalui jaringan yang tidak aman. Port TCP standar untuk SSH adalah 22. Contoh aplikasi yang paling dikenal adalah untuk login jarak jauh ke sistem komputer oleh pengguna.

Aplikasi umum termasuk login baris perintah jarak jauh dan eksekusi perintah jarak jauh, tetapi layanan jaringan apa pun dapat diamankan dengan SSH. Spesifikasi protokol membedakan antara dua versi utama, yang disebut sebagai SSH-1 dan SSH-2.

Aplikasi yang paling terlihat dari protokol ini adalah untuk mengakses akun shell pada sistem operasi mirip Unix, tetapi ia juga melihat beberapa penggunaan terbatas pada Windows.

SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan untuk protokol shell jarak jauh yang tidak aman seperti protokol rlogin, rsh, dan rexec Berkeley. Protokol tersebut mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam plaintext, membuat mereka rentan terhadap intersepsi dan pengungkapan menggunakan analisis paket.

Definisi
SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengautentikasi komputer jarak jauh dan memungkinkannya mengotentikasi pengguna, jika diperlukan. Ada beberapa cara untuk menggunakan SSH; salah satunya adalah menggunakan pasangan kunci publik-swasta yang dibuat secara otomatis untuk mengenkripsi koneksi jaringan, dan kemudian menggunakan otentikasi kata sandi untuk masuk.

Manajemen kunci
Pada sistem mirip Unix, daftar kunci publik yang sah biasanya disimpan di direktori home pengguna yang diizinkan untuk masuk dari jarak jauh, di file ~ / .ssh / authorized_keys. File ini dihormati oleh SSH hanya jika tidak dapat ditulis oleh apa pun selain dari pemilik dan root. Ketika kunci publik hadir di ujung jarak jauh dan kunci pribadi yang cocok ada di ujung lokal, mengetikkan kata sandi tidak lagi diperlukan (beberapa perangkat lunak seperti setumpuk Message Passing Interface (MPI) mungkin memerlukan akses tanpa password untuk menjalankan tepat). 

Pemakaian
SSH biasanya digunakan untuk login ke mesin remote dan menjalankan perintah, tetapi juga mendukung tunneling, meneruskan port TCP dan koneksi X11; ia dapat mentransfer file menggunakan protokol transfer file SSH (SFTP) atau secure copy (SCP) terkait. SSH menggunakan model client-server.
Port TCP 22 standar telah ditetapkan untuk menghubungi server SSH.
Program klien SSH biasanya digunakan untuk membuat koneksi ke daemon SSH yang menerima koneksi jarak jauh. Keduanya umumnya hadir pada sistem operasi paling modern, termasuk macOS, sebagian besar distribusi GNU / Linux, OpenBSD, FreeBSD, NetBSD, Solaris dan OpenVMS. Khususnya, Windows adalah salah satu dari beberapa sistem operasi desktop / server modern yang tidak menyertakan SSH secara default. Proprietary, freeware dan open source (mis. PuTTY, [8] dan versi OpenSSH yang merupakan bagian dari Cygwin [9]) versi berbagai tingkat kompleksitas dan kelengkapan ada. Pengatur file untuk sistem seperti UNIX (mis. Konqueror) dapat menggunakan protokol IKAN untuk menyediakan GUI split-pane dengan drag-and-drop. Program Windows open source WinSCP [10] menyediakan kemampuan manajemen file yang serupa (sinkronisasi, salin, hapus jarak jauh) menggunakan PuTTY sebagai back-end. Baik WinSCP dan PuTTY.

Shellshock, lubang keamanan dalam prosesor perintah Bash, dapat dieksekusi melalui SSH tetapi merupakan kerentanan di Bash, bukan di SSH. Kenyataannya, ancaman terbesar bagi SSH adalah manajemen kunci yang buruk. Tanpa pembuatan, rotasi dan penghapusan kunci SSH yang tepat, organisasi dapat kehilangan kendali atas siapa yang memiliki akses ke sumber daya dan kapan, khususnya ketika SSH digunakan dalam proses aplikasi-ke-aplikasi otomatis.

H. Hasil yang didapat

  • Dapat memahami SSH.

I. Kesimpulan
Jadi SSH digunakan untuk meremote Sebuah Device yang sudah terinstall SSH Server. dengan syarat Remote itu harus terkoneksi dengan Device.

J. Referensi

  • -

Debian - Getting Started | Mukti911


A. Pendahuluan
Jadi aku akan menmberikan beberapa pengalamanku sebelum, ketika dan sesudah menggunakan Linux. Nah jadi berikut artikelnya.

B. Maksud dan Tujuan

  • Agar dapat mengetahui bagaimana langkah yang baik sebelum ketika dan sesudah mengunakan linux.

C. Latar Belakang

  • Karena ingin sharing, beberapa orang salah dalam mengaplikasikan pengunaan linux itu sendiri

D. Waktu Pelaksanaan

  • -

E. Pembahasan
Jadi saat telah melakukan putusan untuk menggunakan linux maka yang harus ada dipikiran adalah bagaimana menemukan distribusi yang cocok.
Catatan : Jika menginstall Liux di Komputer yang semula ber Sistem Operasi Windows, prosesnya tidak akan terlalu sulit ( Meskipun mungkin harus ada polesan dengan panduan instalasi yang telah diberikan pada artikel artikel sebelumnya ). Jika menginstall pada Mac atau Hackintosh, beberapa hal yang perlu ditambah. 
Tetapi bagaimana yang benar saat menginstall ? Disini, dapat dilihat ada beberapa tips dan trick. untuk membuat Live CD atau USB Drive, boot ke linux dan menginstalnya di sistem.

Oke lanjut... beberapa orang mungkin masih asing dengan Live CD dan Drive Partitioning sebelumnya atau sudah pernah mendengarnya. Beberapa hal ini akan dapat memandu unutk siap dan berjalan dengan Linux hanya dalam sedikit waktu. Langkah berikut inilah yang perlu diperhatikan, tetapi jika membaca ini, cukup hanya perlu sedikit berpengalaman dengan komputer untuk melakukan hal ini.

Burning a Live CD or USB Stick
Ada beberapa metode yang berbeda untuk menginstall Linux di komputer, tetapi umumnya, cara yang paling banyak adalah dengan mengunduh dan membakar CD langsung. Berikut cara melakukan pembuatan CD Installasi. Metode Live CD lebih mudah, jadi gunakan Netbook atau sebaliknya tidak dapat membakar CD kebanyakan.

hal yang perlu dilakukan adalah masuk ke halaman disribusi seperti Debian.... dan cari bagian unduhan. Sebagian besar website distribusi memudahkan pengguna untuk melakukan pengunduhan. Selain itu beberapa hosting unduhan yang digunakan oleh beberapa distribusi juga cepat ini adalah tautan alternatif. Jika tidak, mungkin dapat mengunduk=hnya lagsung dari situsnya.

Mungkin akan memiliki beberapa pilihan berbeda saat mengunduh. Sebagai contoh, beberapa distribusi memiliki versi yang dioptimalkan untuk netbook, sementara yang lain (seperti Ubuntu) akan menawarkan versi yang berbeda berdasarkan pada lingkungan desktop yang mereka gunakan. Dan, sebagian besar akan memiliki versi 32 dan 64-bit yang tersedia juga.

Secara umum, seharusnya tidak terlalu sulit untuk mencari tahu mana yang diinginkan. Jika ragu, cukup gunakan versi desktop 32-bit (kadang-kadang berlabel "i386").Setelah file .ISO  selesai diunduh, bukalah program pembakaran favorit dan bakar pengisap itu ke CD kosong. Ini cukup mudah dilakukan pada Windows 7. Setelah selesai membakar, restart komputer. Tunggu tombol "tekan sembarang tombol untuk boot dari CD", lalu tekan tombol. Setelah CD boot, itu akan memberi Anda pilihan untuk mencoba Linux atau menginstalnya. Lanjutkan dan klik instal. Namun jika Anda ingin mencobanya, cobalah akan dapat merasakan apa itu desktop. Ketika siap untuk menginstal, Anda biasanya dapat meluncurkan penginstal langsung dari desktop.

Metode USB Langsung
Metode Live USB membutuhkan Unetbootin yang disebutkan sebelumnya untuk Windows. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengunduhnya, memulai, dan  dapat mengatur semuanya dari dalam program. Pilih distribusi dari daftar (ingat untuk memilih versi yang tepat, seperti dijelaskan di atas), pilih huruf drive yang sesuai dengan thumb drive di bagian bawah, dan tekan OK. Jika Unetbootin tidak mencantumkan distribusinya, jika masih dapat mengunduh ISO seperti yang dijelaskan dalam metode CD langsung dan arahkan Unetbootin ke file itu.

Booting dari drive USB  akan mengambil beberapa langkah tambahan di atas metode CD langsung. Sementara komputer mungkin diatur untuk memeriksa drive CD untuk disk bootable, mungkin tidak diatur untuk memeriksa port USB. Jadi, dengan stik USB langsung yang baru pasang, nyalakan ulang komputer dan masuk ke pengaturan BIOS (biasanya dengan menekan tombol seperti Hapus saat pertama kali menyalakannya — layar splash komputer akan memberi tahu saat pertama kali menyalakan komputer) .

Kepala ke bagian "Boot" dari BIOS dan temukan bagian untuk mengubah urutan boot PC . lalu lakukan pemindahkan hard drive USB ke bagian atas daftar. Simpan pengaturan dan keluar dari BIOS. Ketika komputer  me-reboot, itu akan membawa ke menu Unetbootin, dari mana dapat boot ke sesi hidup Linux  (seperti yang dijelaskan dalam metode live CD).

Proses Instalasi
Proses instalasi akan sedikit berbeda untuk setiap distro, tetapi dalam pengaturan umum harus memandu Anda melalui langkah-langkah yang diperlukan dengan mudah. Dengan asumsi Anda menginstal Linux bersama OS lain seperti Windows, ada beberapa hal yang ingin Anda perhatikan.

Mempartisi Drive Anda
Ketika penginstal menanyakan di mana Anda ingin menginstal Linux,  harus mempartisi drive. Dalam telah melalui cara melakukan ini beberapa kali sebelumnya, dan biasanya cukup mudah untuk menambahkan partisi baru dari ruang kosong di drive.

Instalasi Ubuntu seharusnya mempartisi drive untuk secara otomatis, dan kecuali memiliki kebutuhan khusus (seperti jika berada di Mac), dapat masuk ke dalam instalasi tanpa masalah. Jika tidak, dapat diberikan alat partisi yang lebih canggih, dan harus membuat partisi sendiri. Jika ini yang terjadi, sebenarnya ingin membuat dua partisi baru. Salah satunya adalah untuk sistem operasi itu sendiri, yang saya format sebagai Ext4. Berikan setidaknya 10 GB ruang, dan atur titik mount sebagai /. akan ingin membuat partisi kedua untuk apa yang disebut ruang swap. Ini pada dasarnya membantu komputer mengelola memori secara lebih efektif dan membuatnya berjalan cepat. Jika memiliki sejumlah kecil ram (satu atau dua GB), akan ingin partisi swap menjadi dua kali lebih besar dari jumlah RAM yang dimiliki. Jika memiliki 3 GB atau lebih, mungkin bisa membuat partisi swap dengan ukuran yang sama dengan jumlah RAM yang dimiliki.

GRUB dan Bootloader Lainnya
Linux akan menginstal bootloader baru untuk yang bernama GRUB. Ini akan menggantikan bootloader normal dan memberi pilihan untuk memilih antara Windows dan Linux saat startup. Secara umum, tidak perlu melakukan apa pun di sini — kebanyakan distro akan menginstal GRUB secara default, dan seharusnya berfungsi dengan benar di luar kotak. Perhatikan bahwa pengguna Mac ingin menginstal GRUB di partisi Linux itu sendiri, dan pengguna Windows perlu berhati-hati karena jika menginstal ulang Windows, akan kehilangan GRUB dan harus menginstal ulang sendiri. Tentu saja, jika lebih suka sesuatu yang sedikit lebih cantik, dapat mengotak-atik Burg yang disebutkan sebelumnya, tetapi sebaiknya melakukan itu setelah menginstal dan menjalankan Linux.

Itu dia! Untuk boot ke partisi Linux yang baru pasang, hanya perlu me-restart komputer . Ketika melakukannya, itu akan membawa ke menu GRUB, yang akan membiarkan memilih apakah akan boot ke Linux atau Windows. Dari sana, dapat bermain-main dengan instalasi Linux baru . Ini mungkin akan datang dengan beberapa aplikasi yang diinstal, beberapa akan mengenali dan beberapa yang tidak Anda lakukan, dan dapat melihat-lihat dalam pengaturan dan melihat apa yang tersedia untuk . Jika beruntung, sebagian besar perangkat keras akan berfungsi. Jika tidak beruntung,  memiliki beberapa quirks dengan perangkat keras , dan jika benar-benar tidak beruntung, Wi-Fi tidak akan bekerja di luar kotak dan harus bekerja hanya untuk terhubung ke Internet. Untungnya, kita akan berbicara tentang menyiapkan perangkat keras Anda besok, jadi kembalilah bersama kami!

F. Hasil Yang Didapatkan

  • Memahami hal yang perlu dilakukan sebelum menginstall linux.

G. Kesimpulan
Jadi dalam hal ini hal yang perlu dipahami kita perlu menyiapkan bahan untuk melakukan instalasi sebagai mana mustinya yaitu mengunakan CD atau USB Drive.

H. Referensi