Thursday, September 6, 2018

Git - Getting Started | #Git | Mukti911


A. Pendahuluan
Nah setelah melakukan installasi langkah selanjutnya yang perlu dilakukan pertama kali apa?. Nah berikut ini adalah tips & trick setelah melakukan installasi.

B. Latar Belakang
Karena Git adalah salah satu aplikasi yang di perlukan dalam pengembangan aplikasi. Git ini dapat membantu pengembang untuk membuat history pengembangan aplikasi.

C. Maksud & Tujuan
Agar dapat melakukan konfigurasi awal pada Git.

D. Waktu Pelaksanaan

  • 1 Menit

E. Pembahasan
Ada beberapa konfigurasi yang harus dupersiapakan sebelum mulai menggunakan Git, seperti name dan email. Silahkan lakukan konfigurasi dengan perintah berikut ini.
git config --global user.name "Mukti911"
git config --global user.email Mukti911@mukti911.com
Kemudian periksa konfigurasinya dengan perintah:
git config --list
Konfigurasi core.editor bersifat opsional. Sedangkan name dan email wajib. Jika kamu memiliki akun Github, Gitlab, Bitbucket atau yang lainnya…maka username dan email harus mengikuti akun tersebut agar mudah diintegrasikan.

I. Kesimpulan
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pendefisian nama dan email dari Git kita

J. Referensi

Wednesday, September 5, 2018

Git - Membuat Repository dan Project | #Git | Mukti911


A. Pendahuluan
Nah kali ini aku akan share tentang bagaiman pembuatan repository dan Project baru di Git. Setelah tadi dan kemarin melakukan beberapa konfigurasi nah akhirnya melakukannya lagi.

B. Latar Belakang

Karena Git adalah salah satu aplikasi yang di perlukan dalam pengembangan aplikasi. Git ini dapat membantu pengembang untuk membuat history pengembangan aplikasi.

C. Maksud & Tujuan
Agar dapat membuat Repository dan Project baru di Git

D. Waktu Pelaksanaan

  • 5 Menit

E. Pembahasan
Pada tutorial Git yang kedua, kita sudah membuat repositori kosong. Belum ada apa-apa di sana. Sekarang coba tambahkan sebuah file baru. Sebagai contoh, saya akan menambahkan tiga file HTML kosong.

root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# touch index.html style.css login.html
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# ls
index.html  login.html  style.css
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# 
Setalah ditambahkan, coba ketik perintah git status untuk melihat status repositorinya.
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# git status
On branch master
No commits yet
Untracked files:
  (use "git add <file>..." to include in what will be committed)
         
            index.html 
            login.html 
            style.css

nothing added to commit but untracked files present (use "git add" to track)
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# 
Berdasarkan keterangan di atas, saat ini kita berada cabang (branch) master dan ada tiga file yang belum ditambahkan ke Git.
 
Tiga Kelompok Kondisi File dalam Git
Sebelum kita membuat revisi, kita akan berkenalan dulu dengan tiga kondisi file dalam Git.
  • Modified
Modified adalah kondisi dimana revisi atau perubahan sudah dilakukan, tetapi belum ditandai dan belum disimpan di version control. Contohnya pada gambar di atas, ada tiga file HTML yang dalam kondisi modified.
  • Staged
Staged adalah kondisi dimana revisi sudah ditandai, tetapi belum disimpan di version control. Untuk mengubah kondisi file dari modified ke staged gunakan perintah git add nama_file. Contoh:
git add index.html
  • Commited
Commited adalah kondisi dimana revisi sudah disimpan di version control. perintah untuk mengubah kondisi file dari staged ke commited adalah git commit.

Membuat Revisi Pertama
Baiklah, sekarang kita akan sudah tahu kondisi-kondisi file dalam Git. Selanjutnya, silahkan ubah kondisi tiga file HTML tadi menjadi staged dengan perintah git add.

git add index.html
git add style.css
git add login.html
Atau kita bisa melakukannya seperti ini:
git add index.html style.css login.html
atau:
git add *.html
Atau seperti ini (semua file dan direktori):
git add .
Setelah itu, cobalah ketik perintah git status lagi. Kondisi filenya sekarang akan menjadi staged.
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# git add index.html style.css login.html
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# git status
On branch master
No commits yet
Changes to be committed:
  (use "git rm --cached <file>..." to unstage)
new file:   index.html
new file:   login.html
new file:   style.css
Untracked files:
  (use "git add <file>..." to include in what will be committed)
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# 
Setelah itu, ubah kondisi file tersebut ke commited agar semua perubahan disimpan oleh Git.
git commit -m "Commit pertama"
Setelah itu, coba cek dengan perintah git status lagi.
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# git commit -m "commit pertama"
[master (root-commit) 400426c] commit pertama
 3 files changed, 0 insertions(+), 0 deletions(-)
 create mode 100644 Mukti911/index.html
 create mode 100644 Mukti911/login.html
 create mode 100644 Mukti911/style.css
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# git status
On branch master
Untracked files:
  (use "git add <file>..." to include in what will be committed)
nothing added to commit but untracked files present (use "git add" to track)
root@911-X453MA:/home/mukti/Mukti911# 
Selamat, revisi pertama sudah kita buat. Selanjutnya cobalah untuk membuat revisi kedua.

Membuat Revisi kedua
Ceritanya ada perubahan yang akan kita lakukan pada file index.html. Silahkan modifikasi isi file index.html. Sebagai contoh saya mengisinya seperti ini.
<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <meta charset="utf-8">
        <title>Mukti911-GIT</title>
    </head>
    <body>
        <p>GIT GIT GIT</p>
    </body>
</html>
Setelah itu ketik lagi perintah git status.

Git status revisi kedua

Terilhat di sana, file index.html sudah dimodifikasi. Kondisinya skarang berada dalam modified. Lakukan commit lagi seperti revisi pertama.
git add index.html
git commit -m "ditambahkan isi"
Dengan demikian, revisi kedua sudah disipan oleh Git. Mungkin anda belum tahu maksud dari argumen -m, argumen tersebut untuk menambahkan pesan setiap menyimpan revisi. Sekarang Git sudah mencatat dua revisi yang sudah kita lakukan. Kita bisa ibaratkan revisi-revisi ini sebagai checkpoint pada Game. Apabila nanti ada kesalahan, kita bisa kembali ke checkpoint ini.

F. Hasil yang didapat

  • Dapat membuat Repository dan Project

I. Kesimpulan
Pembuatan Repository dan Project di Git dapat dimonitoring perubahan file nya.

J. Referensi

Git - Installation Linux | #Git | Mukti911


A. Pendahuluan
Setelah mengetahui apa itu Git, nah sekarang yang perlu dilakukan menginstall Git. Nah Penginstallan Git yang akan saya jelaskan adalah penginstallan di Linux.

B. Latar Belakang
Karena git adalah aplikasi yang berguna bagi programmer saat membuat aplikasi.

C. Maksud & Tujuan
Agar dapat melakukkan installasi Git di Linux.

D. Waktu Pelaksanaan

  • 10 Menit Tergantung Koneksi yang digunakan

E. Pembahasan

GIT INSTALLATION LINUX

Instalasi Git pada Distro keluarga Debian dapat menggunakan perintah apt.
sudo apt install git
atau
sudo apt-get install git
Pada Fedora:
yum install git
Setelah itu, coba perika versi yang terinstal dengan perintah:
git --version



H. Hasil yang didapat

  • Dapat melakukan Installasi Git Di Linux

I. Kesimpulan
Jadi installasi Git di Linux sangatlah mudah sekali

J. Referensi

  • -

Git..... Apa gunanya Git untuk Proggramer | #Git | Mukti911


A. Pendahuluan
Nah kali ini aku akan share tentang programmer lagi. Git? apa itu sebenarnya Git. Nah kali ini aku akan share tentang Git.

B. Latar Belakang
Git adalah salah satu tool untuk proyek pengembanggan software.

C. Maksud & Tujuan
Agar bisa memanfaatkan Git dengan semaksimal mungkin.

D. Pembahasan
Git, Git adalah tool yang biasa digunakan dalam proyek pembuatan sofware. Git juga menjadi tool yang bisa juga wajib digunakan para programmer karena banyak fungsi pengunaannya. Kali ini aku akan shre tentang dasar Git.  Artikel ini hanya akan membahas pengenalan Git saja. Untuk mempelajari Git lebih lanjut, saya sudah menyediakan link di bagian akhir.

Sebelum itu kita kenali dulu Git
Git adalah salah satu sistem pengontrol versi (Version Control System) pada proyek perangkat lunak yang diciptakan oleh Linus Torvalds. Pengontrol versi bertugas mencatat setiap perubahan pada file proyek yang dikerjakan oleh banyak orang maupun sendiri. Git dikenal juga dengan distributed revision control (VCS terdistribusi), artinya penyimpanan database Git tidak hanya berada dalam satu tempat saja.

Semua orang yang terlibat dalam pengkodean proyek akan menyimpan database Git, sehingga akan memudahkan dalam mengelola proyek baik online maupun offline. Dalam Git terdapat merge untuk menyebut aktifitas penggabungan kode. Sedangkan pada VCS (Version Control System) yang terpusat… database disimpan dalam satu tempat dan setiap perubahan disimpan ke sana.

Apa yang dilakukan oleh Git?
Git sebenarnya akan memantau semua perubahan yang terjadi pada file proyek. Lalu menyimpannya ke dalam database.

Sebelum menggunakan Git:

Setelah menggunakan Git:



Apa perbedaannya?

Saat kita ingin menyimpan semua perubahan pada file, biasanya kita membuat file baru dengan “save as”. Lalu, file akan menumpuk dalam direktori proyek seperti pada ilustrasi di atas. Tapi setelah menggunakan Git… Hanya akan ada satu file dalam proyek dan perubahannya disimpan dalam database. Git hanya akan menyimpan delta perubahannya saja, dia tidak akan menyimpan seluruh isi file yang akan memakan banyak memori. Git memungkinkan kita kembali ke versi revisi yang kita inginkan. Kenapa Git Penting Bagi Programmer? Git untuk kolaborasi kode Jadi selain untuk mengontrol versi, git juga digunakan untuk kolaborasi.

Saat ini Git menjadi salah satu tool terpopuler yang digunakan pada pengembangan software open souce maupun closed source. Google, Microsoft, Facebook dan berbagai perusahaan raksasa lainnya menggunakan Git. Jadi, buat kamu yang punya impian ingin bekerja di sana, maka kamu harus bisa Git. Selain itu, berikut ini ada beberapa menfaat yang akan kamu rasakan setelah bisa menggunakan Git.

  • Bisa menyimpan seluruh versi source code;
  • Bisa paham cara kolaborasi dalam proyek;
  • Bisa ikut berkontribusi ke poryek open-source;
  • Lebih aman digunakan untuk kolaborasi, karena kita bisa tahu apa yang diubah dan siapa yang mengubahnya.
  • Bisa memahami cara deploy aplikasi modern;
  • Bisa membuat blog dengan SSG.
  • dan sebagainya…


E. Kesimpulan
Git sangat penting sekali bagi programmer dengan fitur fitur nya yang membantu para pengembang untuk melakukan pembuatan software.

F. Referensi

Monday, September 3, 2018

Proxmox - Virtualisasi Server | #2 | Mukti911


A. Pendahuluan
Setelah membahas sedikit mengenai Proxmox kali ini akau akan menginstal Proxmox. Dimana Proxmox ini nantinya akan digunakan untuk Virtualisasi Server.

B. Latar Belakang
Dikarenakan untuk meminimalisisr resource yang akan digunakan.

C. Maksud & Tujuan
Agar dapat mengunakan resource dengan sebaik baiknya.

D. Waktu Pelaksanaan
  • 30 Menit
E. Alat & Bahan
Spesifikasi minimal hardware  yang yang harus dipenuhi untuk installasi proxmox:
  • Processor Pentium dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
  • Memory RAM minimal 1 GB .
  • Kapasitas harddisk minimal 20 GB.
  • NIC (Network Interface Card)
E. Pembahasan
Proxmox VE (Virtual Environment) adalah sebuah distro Linux virtualisasi berbasis Debian ( 64 bit) yang mengusung OpenZV dan KVM, dengan KVM kita tidak hanya bisa menginstall linux saja akan tetapi Operating system windows pun bisa kita instal. Namun yang membuat istimewa dari proxmox adalah kemudahan dalam installasi dan administrasi berbasis Web.

FITUR
  • Full Virtualization – KVM
  • High performance and scalability
  • OS Virtualization – OpenVZ
  • Live Migration
  • Open Source
  • High Availability Cluster
  • RESTful web API
  • Proxmox Cluster file system
  • Rich web app for Management
  • Backup and Restore
  • Role-based Administration
  • Multiple Authentication sources
  • Network Model
  • Storage Model
KELEBIHAN
  • open source
  • menggunakan virtualisasi server bare-metal OS
  • mudah diinstall dan dikonfigurasi
  • hanya butuh sedikit memori utk menjalankan host server
  • mendukung teknologi virtualisasi server berbasis KVM & OpenVM
  • Bisa jadi kluster dengan manajemen terpusat.
  • Mendukung Live Migration.
KEKURANGAN
  • Manajemen jaringan host virtual machine yang kurang dinamis untuk operasi on the fly.
  • shot node virtual machine yang kadang tidak berjalan semestinya
  • BERIKUT INI SPESIFIKASI YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK INSTALL PROXMOX VE
  • Dual or Quad Socket Server (Quad/Six/Hexa Core CPUs´)
  • CPU: 64bit (Intel EMT64 or AMD64)
  • Intel VT/AMD-V capable CPU/Mainboard (untuk KVM Full Virtualization support)
  • 8 GB RAM, lebih tinggi lebih baik
  • Hardware RAID with batteries protected write cache (BBU) or flash protection
  • HDD dengan kecepatan tinggi, sebaiknya 15000 rpm SAS, Raid10
  • Dua Gigabit NIC (untuk bonding), beberapa tambahan NIC tergantung kebutuhan storage dan clustering.
  • Fencing hardware (only needed for HA)
SEDANGKAN SPESIFIKASI MINIMUM SEKEDAR UNTUK TESTING
  • CPU: 64bit (Intel EMT64 or AMD64)
  • Intel VT/AMD-V capable CPU/Mainboard (for KVM Full Virtualization support)
  • Minimal 1 GB RAM
  • Hard drive
  • satu NIC
G. Langka Kerja
Dan satu lagi, saya disini menggunakan aplikasi VM Ware untuk instalasi proxmox. Untuk setting di VM Ware saya skip dulu dan langsung install Tampilan awal Proxmox VE 4.1. ada beberap pilhan diatas, langsung saja pilih (enter) install proxmox VE



End user license agreement. Silahkan dibaca jika ingin membaca, karena saya males baca (apalagi bahasa inggris :D) langsung agree saja


Di tahap ini adalah instalasi. Yang perlu diketahui, proxmox tidak menyediakan menu partisi manual jadi dia (proxmox) otomatis menyesuaikan pembagian ruang sesuai kapasitas hardisk


Masukkan password yang nantinya digunakan untuk akses masuk proxmox


Pilih zona waktu. sesuaikan dengan lokasi saat ini dan saya pilh Indonesia karna saya di Indonesia #gakjelas :v


Masukkan IP, Netmask, Gateway, dan DNS


Proses intalasi. Memang prosesnya gak begitu lama tapi cukup kok untuk menghabiskan secangkir kopi :D



Nah, sudah selesai. Tinggal reboot dan beres



Tampilan awal proxmox. Disitu terlihat IP untuk konfigurasi proxmox, sesuaikan dengan ip yang dipakai. Untuk pve login biasanya menggunakan root.

H. Hasil yang didapat
Dapat melakukan instalasi proxmox di PC.

I. Kesimpulan
Jadi dalam penginstallasian proxmox tidak hanya sekedar next next next namun harus juga mempertimbangkan dari segi resource devicenya.

J. Referensi

Proxmox - Virtualisasi Server | #1 | Mukti911


A. Pendahuluan
Pada kali ini aku akan menejlasakan salah satu contoh sofware virtualisasi. Nah nama sofware itu adalah Proxmox VE. Proxmox VE adalah Sistem Operasi Virtualisasi Sistem Operasi. Nah bingungkan langsung saja.

B. Latar Belakang
Karena Teknologi Virtualisasi sangat dibutuhkan untuk meminimalisir resource.

C. Maksud & Tujuan
Agar dapat mengetahui apa itu Virtualisasi Sistem Operasi di Proxmox VE.

D. Waktu Pelaksanaan

  • Tergantung Individu

E. Pembahasan
Hm... Proxmox adalah  ingkungan virtualisasi server open source. Ini adalah distribusi Linux berbasis Debian dengan kernel Ubuntu LTS yang dimodifikasi. dan memungkinkan penyebaran dan pengelolaan mesin virtual dan kontainer.

Proxmox VE menyertakan konsol Web dan alat baris perintah, dan menyediakan API REST untuk alat pihak ketiga. Dua jenis virtualisasi didukung: berbasis kontainer dengan LXC (mulai dari versi 4.0 menggantikan OpenVZ yang digunakan dalam versi hingga 3.4, dan virtualisasi penuh dengan KVM. Muncul dengan installer bare-metal dan termasuk antarmuka manajemen berbasis Web.

Nama Proxmox sendiri tidak memiliki arti, dan dipilih karena nama domainnya tersedia.

Pengembangan Proxmox VE dimulai ketika Dietmar dan Martin Maurer, dua pengembang Linux, menemukan OpenVZ tidak memiliki alat cadangan dan tidak ada manajemen GUI. KVM muncul pada saat yang bersamaan di Linux, dan ditambahkan tidak lama kemudian. Rilis publik pertama terjadi pada bulan April 2008, dan platform dengan cepat memperoleh daya tarik. Ini adalah salah satu dari beberapa platform yang menyediakan dukungan out-of-the-box untuk container dan virtualisasi penuh, yang dikelola dengan Web GUI yang mirip dengan penawaran komersial.

  • Proxmox VE bersifat open source, memungkinkan migrasi langsung, memiliki ketersediaan tinggi, jaringan yang dijembatani, penyimpanan fleksibel, pembuatan template OS, backup terjadwal, dan piranti baris perintah.
Fitur kelas perusahaan dan fokus berbasis perangkat lunak 100% menjadikan Proxmox VE pilihan sempurna untuk memvisualisasikan infrastruktur TI, mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan meningkatkan efisiensi dengan biaya minimal. dapat dengan mudah memvirtualisasikan bahkan beban kerja aplikasi Linux dan Windows yang paling berat, dan secara dinamis mengurangi komputasi dan penyimpanan seiring dengan meningkatnya kebutuhaa untuk tetap beradaptasi dengan pertumbuhan pusat data di masa mendatang.

FITUR
  • Full Virtualization – KVM
  • High performance and scalability
  • OS Virtualization – OpenVZ
  • Live Migration
  • Open Source
  • High Availability Cluster
  • RESTful web API
  • Proxmox Cluster file system
  • Rich web app for Management
  • Backup and Restore
  • Role-based Administration
  • Multiple Authentication sources
  • Network Model
  • Storage Model
KELEBIHAN
  • open source
  • menggunakan virtualisasi server bare-metal OS
  • mudah diinstall dan dikonfigurasi
  • hanya butuh sedikit memori utk menjalankan host server
  • mendukung teknologi virtualisasi server berbasis KVM & OpenVM
  • Bisa jadi kluster dengan manajemen terpusat.
  • Mendukung Live Migration.

KEKURANGAN
  • Manajemen jaringan host virtual machine yang kurang dinamis untuk operasi on the fly.
  • shot node virtual machine yang kadang tidak berjalan semestinya
  • BERIKUT INI SPESIFIKASI YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK INSTALL PROXMOX VE
  • Dual or Quad Socket Server (Quad/Six/Hexa Core CPUs´)
  • CPU: 64bit (Intel EMT64 or AMD64)
  • Intel VT/AMD-V capable CPU/Mainboard (untuk KVM Full Virtualization support)
  • 8 GB RAM, lebih tinggi lebih baik
  • Hardware RAID with batteries protected write cache (BBU) or flash protection
  • HDD dengan kecepatan tinggi, sebaiknya 15000 rpm SAS, Raid10
  • Dua Gigabit NIC (untuk bonding), beberapa tambahan NIC tergantung kebutuhan storage dan clustering.
  • Fencing hardware (only needed for HA)

SEDANGKAN SPESIFIKASI MINIMUM SEKEDAR UNTUK TESTING
  • CPU: 64bit (Intel EMT64 or AMD64)
  • Intel VT/AMD-V capable CPU/Mainboard (for KVM Full Virtualization support)
  • Minimal 1 GB RAM
  • Hard drive
  • satu NIC
I. Kesimpulan
Jadi proxmox adalah sistem operasi yang digunakan untuk virtulasiasi sistem operasi yang open source namun tidak kalah fiturnya dengan non open source.

J. Referensi

Saturday, September 1, 2018

Virtualisasi Server ? Apakah itu ? | #What | Mukti911


A. Pendahuluan
Mungkin istilah virtualisasi server masih belum terlalu dipahami oleh masyarakat awam. Apa itu virtualisasi server? Virtualisasi server merupakan salah satu solusi yang dianggap sangat berguna bagi sebagian besar orang. Sebenarnya inti dari virtualisasi adalah membuat sebuah simulasi dari perangkat keras, jaringan, sistem operasi, maupun lainnya. Pada bidang teknologi informasi, virtualisasi dipakai sebagai sarana untuk improvisasi skalabilitas dari perangkat keras yang ada.

B. Latar Belakang
Karena untuk penghematan resource dan efisiensi pembuatan server sangatlah diperlukan.

C. Maksud & Tujuan
Agar mengetahui maksud dan tujuan diadakannya Virtualisasi tujuannya untuk apa saja sebenarnya.

D. Pembahasan
Beberapa sistem operasi bisa berjalan secara bersamaan pada sebuah komputer karena virtualisasi. Tentu saja hal ini bisa mengurangi banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan. Diperkirakan di masa mendatang teknologi virtualisasi akan banyak dipakai oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi maupun bidang lainnya yang juga memakai teknologi informasi sebagai sarana untuk memajukan perusahaan tersebut.

Virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk atau versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi,  perangkat storage/penyimpanan data atau sumber daya jaringan.

Virtualisasi server menggunakan Hypervisor yang digunakan  untuk membagi resource server fisik kedalam banyak Virtual environment atau yang sering disebut Virtual Private Server (VPS),Guests,Instance,Container atau Emulation.

Teknologi Virtualisasi, sangat dibutuhkan dan untuk mendukungnya membutuhkan CPU yang mendukung pula. Dalam teknologi virtualisasi sebuah server dipecah kedalam virtual environment , dan setiap virtual environment dapat diinstall sistem operasi yang berbeda dari sistem operasi server fisik atau sistem operasi dari virtual environment lain nya. Ketiaka Virtual environment berjalan dia tidak tau tentang resource yang digunakan sehingga dalam teknologi virtualisasi diperlukan sebuah Hypervisor yang mengkoordinasi komunikasi dan instruksi antara virtual environment dengan resource fisik / psical resource. Hypervisor inilah yang dipegang oleh administrator dari sebuah server yang mengimplementasikan teknologi virtualisasi untuk mengatur virtual environment.

Performance Virtual Server
Menggunakan teknologi virtualisasi pada server akan mempunyai performa yang tidak jauh berbeda dengan diinstall langsung pada server fisik (99%) dengan catatan virtual environment(VE) tidak mengalami bottle neck yang menyebabkan performa VE jelek. Analisa kebutuhan spek dan type hardware sangat mempengaruhi kompatibilitas dari performa virtual environment yang akan dibangun.


Penggunaan virtual server harus sebelumnya dilakukan analisa kebutuhan resource berdasar beban yang akan dikerjakan oleh server, karena virtual server mempunyai batasan performa dan masalah teknis lain  jika ingin digunakan dalam server dengan beban /komptasi yang komplex.Dengan kata lain jika kamu mempunyai server fisik dengan kapasitas besar, dan kamu ingin membuat misalnya “cloud server” untuk internal perusahaan yang memerlukan resource yang sedikit maka baiknya dibuat virtualisasi agar server fisik bisa dimanfaat kan secara optimal untuk kebutuhan server lain dengan membagi server fisik kedalam beberapa virtual environment.

Virtualisasi Server Adalah penggunaan teknologi virtualisasi dengan tujuan untuk memecah resource fisik server kedalam beberapa  Virtual server yang nantinya akan diinstall berbagai macam sistem operasi sesuai kebutuhan atau bisa juga virtual server ini dijual /disewakan oleh pihak hosting . Kita sering mendengarnya dengan istilah VPS(Virtual Private Server) hosting.



E. Kesimpulan
Jadi Virtualisasi Server adalah memfungksikan server semaksimal mungkin dengan cara memecah resource fisik kedalam beberapa virualserver yang nantinya akan diinstall sistem operasi.

F. Referensi